Mengenal Tadashi Yanai, Pemilik Uniqlo

Setelah artikel sebelumnya selalu membahas orang-orang hebat dalam bidang teknologi, sekarang saya akan membahas salah satu orang yang juga tak kalah hebat meski berasal dari negara teknologi namun dia bergerak dalam bidang clothing bisnis.

Jepang mungkin terkenal sebagai negara penguasa teknologi maju, namun tahukah kamu orang terkaya disana justru berbisnis pakaian. Namanya adalah Tadashi Yanai dengan kekayaan $20.2 Milliar US Dollar.

Tadashi Yanai saat ini memimpin Fast Retailing Co., Perusahaan yang membawahi jaringan toko terbesar di Asia, dengan Merk Uniqlo.

Tadashi Yanai Lahir di Prefektue Ube, Yamaguchi, Jepang, pada 1949. Ia kuliah di Waseda University, perguruan tinggi negeri ternama di Jepang, dan mengambil jurusan Politik dan Ekonomi.

Ayah Tadashi Yanai memiliki toko pakaian bernama Ogori Shoji, yang melayani pembuatasn jas untuk pria. Ketika Tadashi Yanai lulus kuliah, ayahnya memaksa Tadashi Yanai untuk mengurus Toko.

Menghadapi kemauan ayahnya Tadashi Yanai tidak mampu menolak. Dia ikut membantu ayahnya namun dalam aktivitas itu, Tadashi Yanai merasa tidak puas. Kalau dia memang harus bekerja dalam urusan pakaian, dia tidak ingin menjadi pelayan atau pemilik toko, tapi dia ingin memiliki perusahaan pakaian.

Jadi, sejak ayahnya meninggal dunia, dan toko Ogori Shoji diwariskan, dia pun mengubah konsep toko tersebut. Jika semula hanya menawarkan jas untuk pria, toko itu mulai melayani penjualan pakaian untuk wanita dan anak-anak. Dia juga mengubah nama tokonya menjadi Fast Retailing.

Fast Retailing menjadi induk perusahaan ketika Tadashi Yanai mulai membuat jaringan Toko bernama Uniqlo. Cikal bakal lahirnya Uniqlo dimulai ketika Tadashi Yanai pergi ke Thailand.

Di Thailand di kagun dengan melihat banyaknya pakaian kasual asal Cina yang dijual dengan harga murah, Kenyataan itu melahirkan ide dalam benak Tadashi Yanai untuk mengimpor pakaian dari Cina, dia bisa menjual di Tokonya dengan harga murah.

Pada 1984, Tadashi Yanai mulai mewujudkan idenya dengan membuka tokonya sendiri di Hiroshima, dengan nama Unique Clothing Warehouse. Dalam perjalanannya nama itu diubah menjadi Uniqlo gabungan dari Unique Clothing.

Sejak saat itu Tadashi Yanai mengimport pakaian dari Cina, dan menjual dengan harga murah di toko miliknya. Dalam waktu singkat, pakaian-pakaian murah uniqlo digemari banyak orang Jepang.

Kesuksesan Uniqlo tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi Jepang. Pada awal 1990-an, perekonomian Jepang mengalami kemrosotan besar. Akibatnya, orang-orang mulai memangkas kebutuhan sekunder termasuk pakaian dan mereka mencari yang murah. Uniqlo menawarkan pakaian yang murah namu tetap trendi dalam waktu singkat Uniqlo pun memanen hasil besar.

Sepuluh tahun sejak dibuka pertama kali, Uniqlo telah memiliki 100 toko di Jepang, tersebar di berbagai pinggiran kota yang ramai, sehingga mudah ditemukan.

Dibuat Untuk Semua

Slogan Uniqlo

Setelah sukses di Jepang, Tadashi Yanai pun melakukan ekspansi ke luar negeri. Memasuki Tahun 2012, Uniqlo telah memiliki 900 toko di Jepang, dan 347 toko di berbagai kota di dunia. termasuk Cina, Prancis, Hongkong, Malaysia, Filipina, Rusia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Indonesia, Myanmar, Inggris dan beberapa negara lainnya.

Ketika pertama kali ekspansi ke luar negeri, Uniqlo membuka terlalu banyak toko dalam waktu cepat, Akibatnya toko-toko itu juga banyak yang harus ditutup. Pada 2002, misalnya Uniqlo membuka 21 toko di Inggris, tetapi hanya 8 yang tetap buka hingga 2006. Pihak Fast Retailing mengatakan mereka gagal dalam membangun identitas mereka sebelum mendirikan toko.

If you always think about your dreams or goals, work steadfastly towards them and continue to challenge yourself, you will definitly be able to realise those dreams or goals.

Tadashi Yanai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Mau Merchandise? bisa, Chat WA yak